KULIAH UMUM TENTANG DEMOKRASI DI INDONESIA DAN ASIA TENGGARA

November 3, 2018 oleh : superadmin-ig

Indonesia, Filipina, dan Timor Timur adalah negara demokrasi di Asia Tenggara. Demokrasi di Indonesia dapat dilihat dari sistem pemilihan umum (pemilu), rezim hibrida, dan dealignment. Untuk Filipina, mereka masih memiliki pembicaraan negatif tentang kebebasan. Senin (29/10/18) IGOV menyelenggarakan kuliah umum tentang Demokrasi di Indonesia dan Asia Tenggara yang disampaikan oleh profesor tamu, PD Dr. Andreas Ufen dari GIGA (German Institute of Global and Area Studies) Jerman.

Dia telah datang di Indonesia sejak 1997 di era Soeharto untuk memulai penelitian tentang demikrasi di Indonesia. Kuliah umum ini ditujukan untuk kelas mahasiswa IGOV angkatan 2017 sebagai pengganti mata kuliah Tata Kelola Pemilu. “Apa indikator utama untuk demokrasi?” Tanya Andreas. “Ada empat indikator: pemilihan umum reguler (tidak memiliki batasan), rezim hibrida (campuran otoritarianisme dan demokrasi), Kesepakatan antara pemilih dan partai dalam politik, dan Impeachment yang tidak pernah berhasil.” Jawaban Andreas.

Dalam hal ini, profesor itu melemparkan banyak pertanyaan mengenai demokrasi di Indonesia untuk siswa IGOV dan Malaysia dari mahasiswa pertukaran Malaysia. “Apakah Malaysia sudah negara demokrasi?”, Tanya Andreas. “Bagi kami, sebagai orang Malaysia, kami dapat menyatakan bahwa Malaysia adalah negara demokratis,” jawab Syikin. Dalam hal demokrasi yang sukses atau demokrasi yang gagal, Andreas mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang makmur dengan demokrasi. Sementara itu, Thailand mengalami kegagalan demokrasi yang disebabkan oleh masalah pajak pada 2006. Thailand juga merupakan negara yang mempraktikkan otoritarianisme oleh raja. Negara lain yang mengalami transisi adalah Myanmar. Myanmar akan memulai perubahan ini dalam dua tahun ke depan.(Adibah Dhvani/Alex Krauel)